Menolak Bodoh, Pria Ini Ikut Training Seharga Avanza

Menolak Bodoh, Pria Ini Ikut Training Seharga Avanza

Jika Anda tidak tahan dengan lelahnya belajar, maka Anda akan menanggung pedihnya kebodohan – Imam Syafi’i

Kalimat pembuka diatas saya rasa sangat tepat sekali jika kita mau membahas tentang pentingnya menuntut ilmu.

Ya belajar adalah sebuah proses yang berlangsung seumur hidup, selama kita masih bernafas kita harus mempelajari semua perubahan yang terjadi secara detail.

Pilihannya adalah, belajar menghadapi perubahan atau Anda akan punah ditelan perubahan seperti Dinosaurus. Karena sejatinya satu-satunya hal yang abadi didunia ini adalah perubahan.

Diera pergantian jaman yang begitu cepat, dimana terjadi perubahan dari era analog ke digital. Anda harus cerdas dalam memetakan dimana posisi Anda sekarang, dan mau kearah mana tujuan Anda berikutnya yang ingin Anda dicapai.

Sekarang bukan zamannya yang kuat yang bertahan tetapi yang pandai menghadapi perubahan yang menang.

Kebangkrutan Beberapa Perusahaan Multi Nasional

Masih ingat seberapa kuatnya perusahaan seperti Yahoo, Seven11 di Indonesia, Nokia, Kodak, Sony Ericsson, dan masih banyak perusahaan yang kuat secara finansial pada zamannya berakhir mengenaskan karena tidak menyadari perubahan yang terjadi.

Jangan pernah merasa puas dan bangga dengan kondisi Anda saat ini, Karena perusahaan besar diatas dengan sombongnya mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dalam menghadapi perubahan yang terjadi, sebelum menyadari tsunami besar sedang menghantam benteng kesombongan mereka.

Untuk menghadapi perubahan Anda perlu banyak belajar hal baru, Anda perlu memahami apa yang sedang terjadi diluar sana, diluar bisnis Anda yang menjadi trend hari ini dan trend dimasa yang akan datang.

Dua Metode Belajar

Metode belajar yang biasa digunakan saat ini bisa dibilang dibagi menjadi dua pilihan, pertama Anda bisa belajar sendiri dengan mencari informasi dan data sebanyak-banyaknya di internet. Dan yang kedua adalah belajar dengan mentor yang sudah terbukti sukses dibidang yang digelutinya.

Jika Anda memilih metode pertama, Anda harus memiliki mental dan kemauan belajar yang tinggi, memiliki rasa penasaran akan suatu hal, dan mau untuk sedikit ngulik untuk menggali informasi untuk mencapai tujuan Anda.

Selain internet Anda juga bisa pergi ke toko buku untuk mencari buku yang membahas tentang bisnis yang ingin Anda jalankan. Ingat pepatah lama mengatakan dimana ada kemauan disitu ada jalan. Siapa yang bersungguh-sungguh dia pasti akan mendapatkan hasilnya.

Dan untuk metode belajar yang kedua, Saran Saya sih jangan terlalu banyak berguru kepada orang yang berdeda. Loh kok gitu? Bukannya semakin banyak informasi dan data yang kita punya semakin baik.

Kenyataannya tidak demikian, yang perlu Anda ketahui adalah setiap koki memiliki bumbu rahasianya masing-masing. Misal jika Anda belajar ilmu jualan ke mentor A belum tentu materi yang disampaikan sama dengan mentor B. Ini untuk materi yang sama loh ya, yang ada Anda bukannya paham malah mempertanyakan materi yang didapat. Kok kata si A begini dan kata si B begitu, jangan-jangan Anda sedang dibohongi nih sama si mentor. Nah loh… Malah jadi berprasangka buruk sama mentor jadinya.

Sebagai pembanding dan untuk memperoleh alternative konsultasi, Anda boleh memiliki lebih dari satu mentor. Idealnya sih cukup 3 mentor. Karena jika terlalu banyak informasi yang Anda dapatkan, maka informasi tersebut akan membunuhmu.

Anda mungkin belum tahu jika kemampuan otak manusia itu terbatas, jika otak menerima informasi terlalu banyak, maka otak Anda akan kebingungan memilah mana informasi yang penting dan mana informasi yang bisa diabaikan.

Jika kejadian ini sering terjadi, otak Anda bisa lelah dan malah menimbulkan kesulitan untuk memproses semua informasi yang masuk.

Jika Anda yakin dan sudah menentukan mau belajar ke mentor apa saja, maka jadikan mereka sebagai role model Anda untuk sukses. Intinya jangan terlalu banyak belajar, banyakin action apa yang disampaikan oleh mentor.

Karena ilmu sekeren apapun, akan menjadi sampah jika tidak pernah dipraktekan.

Belajar Dari Ahlinya

Oke sebagai gambaran tentang metode belajar yang kedua ini, ada sebuah tulisan super dahsyat dari Bapak Christian Kustedi berikut yang mungkin bisa mencerahkan Anda. Beliau adalah co-founder dari dusdusan.com dan kamarupa.co.id

PENGALAMAN 3 HARI IKUT PELATIHAN SEHARGA AVANZA [ 162 JT ]

Mohon baca sampai habis !

Mohon maaf,
baru sempat nulis lagi disini..

Saya mau cerita mengenai weekend saya kemarin..

Beberapa tahun lalu, saya tidak akan membayangkan duduk di antara orang-orang ini.

Siapakah mereka?
bukan.. bukan siapa-siapa..
Hanya sekelompok orang yang lagi belajar bareng ke 1 orang mentor.

Mereka berasal dari berbagai negara Norwegia, Russia, Amerika, Turki, Marocco, Singapura, Brazil, dan sebagainya..

Tapi, bukan dari mana mereka berasal yang penting..
Karena.. toh kebanyakan dari mereka adalah imigran. Yang sekarang orang Amerika, dulunya adalah pengungsi dari Romania.. yang skr jadi warga Swiss, dulunya adalah orang Russia.. bahkan mentor kami, alasan kami semua berkumpul disana.. adalah orang Vietnam yang keluarganya nekat “merantau” ke Amerika.

Sebenarnya,
Sudah sejak lama saya penasaran mau ikut workshop 3 hari ini.. tahun lalu sudah pernah daftar.. sudah ikut seleksi dan dinyatakan lolos.. tapi karena galau.. akhirnya gak jadi. Maklum.. workshop ini seharga 1 Avanza.. jadi tahun lalu masih maju mundur cantik. Tapi tahun ini, akhirnya saya penuhi rasa penasaran tersebut.. partner saya sampai shocked ketika tahu saya ikut kesini haha..

Sekarang saya mau share sedikit..
Bukan sesuatu yang technical.. tapi justru lebih penting dari segala sesuatu yang technical itu..

Ini mengnai Mindset..
Mindset apa yang mereka miliki, hingga bisa mencapai apa yang telah mereka capai sekarang… dan mencapai apa yang mereka targetkan nanti.

1. GENERASI PERTAMA

Teman-teman baru saya ini, berasal dari background pekerjaan dan lingkungan yang berbeda-beda..

untuk soal income/ penghasilan.. kayanya gak usah ditanya lagi, yang duduk disana ngeri-ngeri penghasilannya.. skill dan pengetahuan mereka jg sudah kelas dunia.. tapi masih saja “haus” untuk terus belajar..

Tapi
Ternyata, ada yang unik..
Dari semua perbedaan yang ada..
Ternyata hampir dari mereka semua, memiliki satu kesamaan..

Mereka mulai dari NOL

Ya,
Hampir semuanya,
ternyata mulai dari NOL.
Mereka adalah generasi perubahan.

Apa itu generasi perubahan?

Begini..
Tentu Anda pernah mendengar ungkapan seperti ini..
“Ah dia mah enak, anak orang kaya” atau sejenisnya..

Atau.. mungkin Anda malah yang pernah mengucapkannya?
hehehe.. gpp kok.. normal.. saya juga dulu pernah ngomong kaya gitu.. Apalagi waktu kuliah.. kadang ngiri liat temen2 yang lain.. di saat kita kerja part time ngumpulin recehan.. temen2 yang lain bisa enjoy hidup mereka.. travel keliling Indonesia, keliling dunia..

Nah ini good newsnya untuk Anda..
Yang saya dulu juga telat nyadarnya..

Baca dan pahami baik2 kalimat ini..
Kalau Anda tidak terlahir sebagai anak orang kaya,
Anda punya kesempatan yang sama untuk menjadi generasi perubahan.

dengan kata lain..

Anda bisa menjadi GENERASI PERTAMA yang mengubah nasib keluarga Anda.

Karena pada dasarnya, tidak ada orang yang benar-benar terlahir kaya, kalau Anda telusuri, PASTI ada 1 orang yang memulainya. Entah itu kakeknya.. atau Ayahnya.. atau Kakek buyutnya..

Poinnya adalah,
Jadilah Generasi Pertama itu,
Banggakan keluargamu,
Banggakan orang tuamu,
Buat nama keluargamu menjadi nama yang dihormati, bukan diremehkan.

2. YOUR NETWORK IS YOUR NET WORTH

Kita tentu sudah sering mendengar ungkapan ini:

“Kamu adalah 5 orang teman terdekatmu..”

Jelas sekali, dan sudah terbukti benar sekali..
Kalau Anda berada di dalam 1 group pertemanan, anggaplah 1 group itu ada 5 orang..

Kalau 4 teman lainnya merokok,
maka 300% Anda juga akan merokok..

Kalau 4 teman lainnya pemalas,
maka 300% Anda juga akan ikut malas..

Sebaliknya..
Kalau 4 teman lainnya pekerja keras,
maka 300% Anda juga akan bekerja keras..
dan seterusnya..

Perhatikan deh..
Kebanyakan orang, mengalami kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya.. hanya karena mereka ada di dalam lingkaran yang salah. Mereka ada di lingkaran yang menghambat mereka untuk berkembang.. mereka ada di lingkaran yang terus menarik mereka jatuh ke bawah..

Padahal,
Pilihan itu di tangan kita,
Ketika kita sudah komitmen dengan diri sendiri untuk Level Up, maka kita tidak akan lagi terganggu oleh rasa “gak enakan”, takut di bilang sombong, takut kehilangan teman, dan sebagainya..

Oh ya..
sedikit pencerahan untuk Anda..

Teman yang baik, akan turut senang ketika Anda berkembang.
Teman yang buruk, akan “menjaga” Anda agar terus berada di level mereka, tidak boleh berkembang.. atau bahkan harus di bawah mereka..

Coba Anda sekarang pikirkan 5 nama teman terdekat Anda…
dan pikir baik-baik..

Bayangkan 5 tahun ke depan..
Apakah akan ada perubahan di hidup Anda jika Anda terus berada di dalam lingkaran Anda sekarang?

3.BURN THE SHIP

Kalau di-terjemahkan blak2an.. agak aneh.. jadinya “Bakar Kapal”
Tapi sebenarnya, artinya adalah “TIDAK ADA PLAN B”

Mindset ini terinspirasi cerita dari satu orang kapten kapal dari Spanyol.

Ia datang ke pulau terpencil hendak menguasai pulau tersebut.. dan ia hanya membawa 40 orang pasukan. Ketika tiba di pantai pulau tersebut, pasukan tersebut kaget, karena ternyata sudah ada pasukan dari negara lain yang sudah menguasai pulau tersebut.. dengan jumlah pasukan yang lebih besar.

Mereka pun akhirnya berkemah di pantai.. dan di malam harinya.. mereka bilang ke kapten kapal tersebut.. kalau kemungkinan mereka menang kecil sekali.. dan mereka ingin pulang saja. Tapi alangkah kagetnya mereka, ketika tiba-tiba sang kapten kapal malah membakar kapal mereka.. dan mengatakan “satu-satunya jalan agar kalian bisa pulang, adalah dengan memenangkan perang ini”. Dan mereka ternyata bisa menang karena mereka TERPAKSA. Pilihannya menang atau mati. Maka dengan luar biasa, mereka berhasil memenangkan perang itu dan mengambil alih kapal-kapal lain milik musuh. Cerita ini pun menyebar dan menjadi inspirasi banyak orang.

Di Indonesia,
mindset sejenis ini, sering dikenal dengan “KEPEPET”.
Karena Kepepet, maka seseorang tidak ada jalain lain selain ia harus berhasil. Dan memang benar, kebanyakan orang-orang yang berhasil, adalah orang-orang yang dulunya kepepet.

Sebagaimana sebuah bola, semakin kencang bola itu dibanting ke tanah, maka semakin tinggi pula ia akan memantul.

Beruntunglah Anda yang saat ini sedang dalam kondisi kepepet,
Karena Anda sedang disiapkan untuk bangkit melompat tinggi sekali.

4.FAIL FAST, LEARN FASTER

Hadapilah kegagalan demi kegagalan dengan lebih cepat, agar Anda bisa belajar lebih cepat juga..

Semakin sering Anda belajar dari kegagalan, maka semakin dekat pula Anda dengan kesuksesan.

Ketika Dusdusan baru diluncurkan November 2014 lalu, kami menggunakan mindset ini.. “Kalau mau gagal, lebih baik gagal dengan cepat sajalah”

Diluncurkan bulan November 2014,
Dusdusan versi pertama langsung sukses..
Sukses tutup di bulan Desember 2014  :p

Diluncurkan kembali bulan Februari 2015,
Dusdusan versi kedua juga langsung sukses..
Sukses tutup di bulan Juni 2015.. aduh! haha..

Tapi ketika diluncurkan ketiga kalinya di bulan Juli 2015, larinya kencang sekali  🙂

Hal yang sama harus Anda lakukan,
Kalau takut gagal, lebih baik gak usah usaha sama sekali..
Tapi kalau berani menghadapi kegagalan demi kegagalan,
Gunakan masing-masing kegagalan tersebut sebagai data..

“Apa yang salah?”
“Apa yang bisa ditingkatkan?”
“Apa yang mesti dirubah?”
“Apa yang mesti difokuskan?”

dan sebagainya..
Gunakan data-data tersebut untuk membuat formula baru Anda.
Pantang menyerah, satu hari Anda akan menemukan pola sukses Anda.. Amin  🙂

Karena,
Tidak perduli berapa kalipun Anda gagal..
Anda hanya perlu sukses sekali. Begitu dapat momentum Anda,
Langsung di-pola-kan, dan tingkatkan.

Masih banyak banget yang saya bisa share..
Karena memang materinya padat sekali..
Mulai dari mindset, productivity, system, hingga yang bersifat technical seperti teknik iklan, formula copywriting, automation, scripts, dll.. sampai hari ini saya masih sibuk memetakan berbagai catatan yang saya dapat, agar bisa merencakan mau digunakan untuk apa saja ilmu-ilmu tersebut hehe..

Tapi sementara sampai sini dulu ya.. karena sudah pegel nulisnya..
Kalau memang berguna untuk Anda, absen yah di komentar postingan ini jadi saya tahu kalau banyak yang baca.. hehe..


PS. Maaf fotonya di-blur karena memang sudah tanda tangan perjanjian tidak boleh posting foto apapun yang berhubungan dengan workshop ini..  🙂

Salam hangat,
Christian Kustendi

Jika bermanfaat untuk Anda silahkan dishare ke keluarga Anda atau ke teman terdekat Anda saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *