3 Pilar Esensial Bisnis Online Yang Kuat Dan Tahan lama

3 Pilar Esensial Bisnis Online Yang Kuat Dan Tahan lama

Hallo masih dengan ABEelite.com disini, Kali ini ABE elite akan membahas tentang satu kata yang sedang digandrungi saat ini yaitu BISNIS. Sekarang bisnis sudah mulai beralih kategori dari yang dulunya menjadi suatu profesi yang amat jarang digeluti mayoritas orang karena modalnya yang super wah, sekarang berubah menjadi semacam hobby bagi berbagai kalangan.

Jika Anda mengamati para pengguna media social sekarang, Anda akan mendapati postingan jualan yang penuh sesak, mulai dari ibu-ibu muda yang cari tambahan uang belanja, sampai anak muda yang dengan bangga memperkenalkan bisnis kekinian yang mereka banggakan.

Ya bisnis bukan lagi profesi elite yang hanya bisa di kerjakan oleh golongan tertentu. Sekarang peluang bisnis begitu bertebaran bak jamur dimusim hujan. Begitu pun dengan modal. Persepsi orang tentang modal sudah mulai terbuka. Sekarang Anda sudah bisa berbisnis dengan modal HP dan kuota internet. Apalagi dengan banyaknya produsen yang merekrut reseller dan dropshiper. Diajarin sampai bisa pula.

Apa itu reseller dan dropshiper?

Saya bahas dikit yah, reseller itu biasanya Orang yang mendapatkan potongan harga untuk di jual kembali. Jadi barang dikirim oleh produsen ketempat reseller kemudian reseller packing ulang barangnya untuk dikirim ke pembelinya Dia.

Sedangkan dropshiper lebih simple, proses pengiriman tetap dilakukan oleh produsen, tapi dengan scenario seolah-olah barang dikirim oleh dropshiper. Skema transaksi pembelian dropshiper kurang lebih seperti ini: Pembeli membayar produk ke dropshiper, kemudian dropshiper membayar harga produk setelah dikurangi keuntungan ke produsen.

Perbedaan reseller dan dropshiper biasanya memiliki perbedaan dari potongan harga dari produsen, Reseller memiliki potongan harga lebih besar daripada dropshiper. Kalau mau lebih jelas lagi tentang penjelasan reseller dan dropshiper bisa cari di google, banyak penjelasan yang lebih detai disitu.

Balik lagi kepembahasan awal saya tentang bisnis. Dewasa ini Bisnis sudah mulai banyak di ajarkan disekolah maupun di bangku kuliah. Praktis banyak orang yang mulai melirik profesi baru ini sebagai tujuan hidup mereka. Apalagi dengan banyaknya media yang menceritakan kisah sukses pebisnis Indonesia yang sukses mendapatkan pendanaan asing dengan nilai investasi yang luar biasa besar.

3 Pillar bisnis Online

Ada Traveloka, startup yang baru berdiri tahun 2012, dengan Ferry Unardy sebagai salah satu foundernya, lulusan Purdue University dan drop out dari S2 Bisnis di Harvard University karena ingin fokus mengelola Traveloka. Oh ia Ferry juga pernah bekerja di Microsoft.

Co-founder lainnya, Derianto Kusuma lulusan dari Standford University yang pernah bekerja di LinkedIn, serta Albert Zhang yang juga lulusan dari Amrik.

Perusahaan ini digawangi dan dijalankan oleh 3 anak tajir yang kuliah di Amerika dan sangat fokus dibidang teknologi.

Tahun 2017 Traveloka berubah menjadi raksasa teknologi di Indonesia setelah di suntik $ 350 juta dari Expedia. Perusahaan Amerika yang memiliki bidang yang sama dengan Traveloka. Dengan 40% market share diikuti Priceline yang menyusul membiayai Traveloka.

Tahun 2017 Traveloka masuk kategori StartUp Unicorn bersama dengan Tokopedia dan Gojek. Tahun ini, pada bulan Januari 2018 Bukalapak menyusul.

Apa sebab start up tersebut sukses menjadi bisnis yang disuntik investor dengan nilai yang fantastis. Karena mereka memiliki model bisnis yang jelas. Dan fokus pada nilai-nilai yang mereka konsisten kembangkan dari awal sampai seperti sekarang.

Apa saja nilai-nilai tersebut dan bagaimana penjelasannya. Status facebook dari mas Fikry Fatullah Pendiri Kirim.Email akan menjelaskannya untuk Anda.

Silahkan disimak dan semoga bermanfaat.

3 Pilar Esensial Bisnis Online Yang Kuat Dan Tahan lama

Bismillah… Terlepas dari apa yang Anda pelajari saat ini, saya percaya untuk membangun bisnis online yang kuat dan tahan lama, kita membutuhkan 3 pilar utama.

Banyak cara dan metode baru berkembang saat ini, dan memang sebagai pebisnis, kita harus mengikuti perkembangan tersebut. Namun 3 pilar inilah yang esensial, yang akan mengakar di bisnis online Anda, dan akan terus Anda perjuangkan.

Dan inilah ketiga pilar tersebut: PILAR PERTAMA:

Produk yang “nagih.”

Produk yang nagih

Jika Anda ingin membangun bisnis, Anda harus menjual produk yang sangat dibutuhkan oleh pembeli Anda. Jangan terpengaruh oleh orang-orang yang menjual “jalan pintas” yang biasanya mendatangi Anda dengan dengan meletakkan kata-kata “passive income” dan “sistem” secara berdekatan.

Buat (atau cari) satu produk yang bagus, yang dibutuhkan dan menjadi solusi banyak orang, dan jual. Inilah teknik membangun bisnis yang berusia ratusan tahun tapi masih berhasil, dan insyaAllah akan berhasil terus sampai kiamat selama caranya halal…

Bingung mau jualan apa? Tanya… Tanya ke pelanggan, tanya ke pembeli produk kompetitor, tanya di social media. Masih bingung juga? Selesaikan masalah sendiri. Tanya diri sendiri, atau sediakan waktu untuk membuka hati berdua dengan Allah di 2/3 malam…

Bikin produk yang menyelesaikan masalah Anda sendiri, pake produknya sendiri, jadilah pembeli pertama dan pelanggan paling setia bagi bisnis Anda. Banyak bisnis sukses karena lahir dari masalah yang dihadapi foundernya.

Produk-produk terbaik yang saya gunakan adalah produk yang digunakan sendiri oleh foundernya. Howard Schultz masih minum Starbucks setiap hari setelah 40+ tahun menjalankan Starbucks.

Tim Cook pakai Apple Watch kemana-mana. Mark Zuckerberg selalu pakai Facebook untuk mengumumkan hal penting dalam hidupnya, dari mulai nikah sampai lulus Harvard setelah 13 tahun DO.

Travis Kalanick tidak punya kendaraan, dan kemana-mana pake Uber.

Brian Chesky hampir tidak pernah menginap di hotel lagi setelah mendirikan Airbnb, kemana-mana dia nginep pake Airbnb.

Jadilah yang pertama merasakan bagus atau jeleknya produk Anda, jadilah yang pertama bahagia, jadilah yang pertama tersiksa. Jadilah pelanggan ideal yang Anda impikan untuk bisnis Anda.

Sejak mendirikan Kirim.Email di akhir 2015, saya hampir tiap hari menggunakannya, saya juga menjalankan bisnis saya sampai detik ini pakai KIRIM.EMAIL. Tidak ada apalikasi email marketing lain yang saya gunakan.

Kalau KIRIM.EMAIL error dan saya tidak bisa promosi, maka saya yang akan merasakan dampaknya sebelum pengguna. Jika KIRIM.EMAIL rilis fitur baru, maka saya yang pertama mengujicobanya. Dst.

Dengan begini customer feedback bisa datang dari diri kita sendiri. Percaya ke produk Anda sendiri sebelum Anda meminta orang lain untuk percaya.

PILAR KEDUA: bekali diri Anda dengan kebiasaan, skill, dan informasi.

Bekali diri dengan pengetahuan

Jika Anda ingin membangun bisnis bernilai 1 Milyar, maka jadilah orang yang cocok untuk mengatur bisnis 1 Milyar. Jika Anda ingin membangun bisnis bernilai 10 Milyar, maka jadilah orang yang cocok untuk mengatur bisnis 10 Milyar. Dan seterusnya.

Anda tidak akan bisa memisahkan karakteristik bisnis sukses dengan pemilik bisnisnya atau tim yang ada didalamnya. Jika bisa, ikutlah ke online course yang menurut Anda bagus, online course bisa dimulai sekarang, dan biasanya biayanya tidak begitu mahal jika dibandingkan dengan harus mengikuti workshop, apalagi jika lokasinya berbeda dengan kota tempat tinggal kita.

Jika belum bisa bayar online course, bergabung dan belajarlah di group Facebook, Channel Telegram, atau email newsletter para pebisnis. Pelajari setiap tulisan, studi kasus, dan teknik yang dibagikan, apalagi kalau teknik itu sudah di ujicoba dan berhasil.

Bagikan keberhasilan praktek Anda ke si pemilik group, channel telegram, pemilik email newsletter, dll. Siapa tau bisa jadi penambah energi mereka untuk terus berbagi.

Manage waktu Anda agar tidak terlena, apalagi saat belajar di Facebook, YouTube, dll, gunakan aplikasi seperti RescueTime untuk mengukur bagaimana pengalokasian waktu Anda. Anda tidak bisa mengatur yang tidak bisa Anda ukur.

Jika tidak ada dana juga buat koneksi internet, maka bekerjalah di perusahaan guru-guru Anda. Jangan lihat gaji, selama Anda cukup makan dan bisa belajar, maka Anda sudah punya semua nikmat yang Anda miliki.

Jadi tidak ada alasan. Alasan dan penundaan adalah ciri kemanjaan, dan kemanjaan itu akan turun ke keluarga Anda, karena anak-anak Anda mengambil pelajaran dari kebiasaan yang Anda lakukan dan bukannya dari perkataan. JIka kita terbiasa manja, maka keluarga kita akan menghasilkan anak-anak manja juga. Berbahaya…

Jika Anda sudah punya uang dan waktu yang lebih, ikutilah workshop, mentoring, seminar, dll. Yang penting OFFLINE, ketemu langsung. Intinya datangilah guru, karena hakikatnya keilmuan itu didatangi, dicatat, dan diamalkan dengan komitmen.

Keilmuan tidak bisa didapatkan dengan mengistirahatkan badan. Guru tugasnya menunjukkan jalan, tugasnya kita sebagai murid untuk menjalani, keraslah pada nilai yang ingin kita capai dalam menjalaninya.

Tanggung jawab sepenuhnya atas apapun yang terjadi pada kita, jangan menyalahkan. Sekali kita menyalahkan itu akan menjadi kebiasaan. Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi kepada kita atau bisnis kita, tapi kita bisa mengendalikan RESPONS kita terhadap hal tersebut. Pilih respons terbaik, walaupun mungkin bukan yang paling mudah. Jangan terlalu terbawa dengan perasaan susah dan senang, karena kita tidak tau mana yang lebih baik buat kita. Lepas aja…

Cobalah menjadi orang yang bersuara karena sudah terbekali informasi, data, dan fakta dengan baik, well informed. Jangan cuma opinionated, atau menjadi keras kepala karena kurang informasi.

Pebisnis online yang saya kenal jarang sekali beropini tentang sesuatu yang Ia tidak mengetahui sesuatu tentangnya, tidak ada guna…

Bisnis adalah perjalanan spiritual yang setiap gerak geriknya sudah diatur dalam Islam. Lembutkan hati untuk menerima aturannya, tetapkan hati untuk menjalankannya. Ikhlas dalam mengimani, ngeyel dalam menjalankan.

Jangan terlalu banyak makan, tertawa, bicara dan bergaul, karena bisa membuat hati menjadi keras.

Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim: “Kerasnya hati berasal dari empat hal jika melampaui kadar keperluannya: makan, tidur, berbicara, dan bergaul.” (Al-Fawaaid, Ibnul Qayyim, hal. 98)

Hati yang keras akan menyebabkan kita susah menerima kebenaran, jadi lalai, dan jadi sulit menangis karena Allah…

“Dua mata tidak disentuh api neraka , mata yan menangis karena takut Allah , dan mata yang terjaga di jalan Allah ” . ( HR. Tirmidzi, di shohihkan Sheikh Al Bany.)

PILAR KETIGA: Platform.

Bisnis online yang kuat dan tahan lama adalah yang dibangun diatas platform kita sendiri. Platform berarti pentas atau panggung, atau saya lebih suka menyebutnya: rumah.

Bangun rumah Anda sendiri, website sendiri, domain sendiri, dan tentu saja aset pembeli sendiri. Jadilah mandiri, secepatnya bangunlah platform Anda agar bisa terus mendatangkan pembeli kapanpun Anda membutuhkannya.

Aset ada 2: tangible dan intangible.

Berwujud dan tidak berwujud. Aset tangible dalam bisnis online bisa berupa:

  • Website yang rame pengunjungnya.
  • Domain yang mudah disebutkan, mudah dituliskan, mudah diingat, mudah ditemukan.
  • Akun social media dengan tingkat interaksi yang tinggi.
  • Sumber traffic yang terukur dan kita kuasai.
  • Alamat email pembeli.
  • Pixel.
  • Software/ teknologi/ tools yang tepat.
  • Permesinan.
  • Dll

Intinya aset adalah semua yang memasukkan uang ke rekning Anda. Aset intangible dalam bisnis online adalah:

  • Brand.
  • Loyalitas pelanggan.
  • Komunitas diseputar bisnis kita.
  • Reputasi bisnis.
  • Kualitas produk yang terus dibicarakan kebaikannya.
  • Tim yang memiliki skill.
  • Hak paten
  • Rahasia dagang
  • Dll.

Jangan hanya jualan, kuasai paling tidak 2 atau lebih aset diatas.

Pedagang ngomset, pebisnis bangun aset. _______________

Agar bisa fokus ke hal-hal esensial, niatkan diri Anda untuk tidak perduli.

Jangan perdulikan hal-hal yang tidak mendekatkan Anda ke surga atau tidak memajukan bisnis Anda.

Menurut saya, Allah membuat sifat tidak perduli dalam diri kita untuk jadi tools, atau aplikasi yang bisa saya gunakan untuk memfokuskan pikiran. Stay focused.

-Fikry Tulisan dan video lain di >> http://kirim.email/jagojualan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *